Skip to main content

AJIAN JALA SUTRA PEMBUKA PINTU PINTU LANGIT

Ajian Jalasutra Pembuka Pintu-Pintu LangitWahai Tuhanku, aku ini fakir di tengah-tengah kayaanku. Lalu bagaimana aku tidak fakir di tengah-tengah kemiskinanku?, aku ini bodoh di tengah-tengah pengetahuanku, lalu bagaimana aku tidak bodoh di tengah-tengah kedunguanku?Wahai Tuhan, dari diriku berasal sesuatu yang memang sesuai dengan dengan kehinaanku, sedangkan dari diri-Mu berasal sesuatu yang memang sesuai dengan kemulian-Mu. Kalaupun toh ada kebaikan dalam diriku, itu karena anugrah-Mu dan Engkau memiliki kebajikan atasku.Sementara jikalau tampak keburukan dalam diriku, itu karena keadilan-Mu dan Engkau memiliki hujjah atasku.Wahai Tuhan, bagaimana Engkau akan membiarkanku sementara Engkau telah menjaminku!, bagaimana mungkin aku di dzalimi sementara Engkau menjadi penolongku!, dan bagaimana mungkin aku akan kecewa sementara Engkau selalu melindungiku.Wahai Tuhan, inilah diriku sedang mendekatkan diri kepada-Mu dengan kefakiranku. Bagaimana aku akan mendekatkan diri lewat sesuatu yang tak mungkin sampai kepada-Mu. Bagaimana aku akan mengeluhkan keadaanku sementara Engkau Maha Mengetahui keadaanku. Akankah aku terjemahkan keluhanku ini lewat lisanku sementara itu berasal dari-Mu dan akan kembali pada-Mu.Bagaimana mungkin aku akan menyesal sedangkan harapanku telah sampai kepada-Mu?, bagaimana keadaanku tidak menjadi baik sedangkan semuanya itu berasal dari-Mu dan hanya kembali kepada-Mu?Wahai Tuhan, betapa Engkau sangat kasih kepadaku meskipun aku ini bodoh!, betapa Engkau sangat sayang kepadaku walaupun buruk perangaiku! Betapa dekatnya Engkau kepadaku dan betapa jauhnya aku dari-Mu!, betapa lembutnya Engkau kepadaku, lalu apa gerangan yangmenghijabku dari-Mu?Wahai Tuhan, setiap kali aku bisu karena celaku, kemurahan-Mu lah yang membuatku kembali bisa berbicara, setiap kali aku putus asa karena perangaiku, karunia-Mu lah yang membuatku kembali bisa berharap.Wahai Tuhan, siapa yang kebaikanya adalah keburukan, bagaimana keburukanya tak berupa keburukan!, siapayang kebenaranya sebatas pengakuan, bagaimana pengakuanya tak berupa pengakuanWahai Tuhan bagaimana aku akan bertekad sementara engkau yang  maha kuasa?, tetapi bagaimana aku tidak bertekad, sementara engkau yang memberi perintahKesibukanku pada dunia membuatku jauh dari-Mu, karena itu kumpulkan aku dengan Mu lewat pengabdian yang bisa mengantarku pada-Mu, bagaimana akan dijadikan petunjuk atas-Mu sesuatu yang keberadaanya sendiri membutuhkan-Mu?Adakah selain-Mu yang tampak sehingga ia bisa menjadi petunjuk atas-Mu?,Kapankah kiranya engkau tersembunyi sehingga di butuhkan petunjuk yang menerangkan keberadaan-Mu?,Kapankah kiranya engkau jauh sehingga diperlukan sesuatu yang bisa mengantarkan pada-Mu?,Wahai Tuhan, sungguh telah buta mata manusia yang tidak mampu melihat-Mu sebagai pengawasnya, dan sungguh rugi transaksi manusia yang tidak menjadikan cinta pada-Mu sebagai bagian darinya.Wahai Tuhan, inilah kehinaanku tampak dihadapan-Mu, inilah keadaanku yang tak tersembunyi bagi-Mu. Kepada-Mu aku memohon agar bisa sampai, serta kepada-Mu pula aku meminta di tunjukkan jalan-Mu, tuntunlah aku menuju keharibaan-Mu lewat cahaya-Mu, dan tempatkan aku dihadapan-Mu lewat pengabdian yang tulus.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

JADWAL SEMENTARA HABIB SYECH BIN AA BULAN,DESEMBER 2016

hai para syecher mania,pada postingan kali ini saya akan memberi info jadwal habib syech sementara di bulan DESEMBER 2016 ini,karna belum ada informasi dari syecher mania pusat jadi saya akan membagikan jadwal habib syech sementara : JADWAL SEMENTARA HABIB SYECH BIN AA  BULAN ,DESEMBER 2016: => 02 DESEMBER 2016 – MALAYSIA BERSHOLAWAT, DI PLENARY HALLPUSAT KONVENSYEN ANTARBANGSA PUTRAJAYA, PICC => 04 DESEMBER 2016 – JAKARTA BERSHOLAWAT, DI MASJID JAMI’ AL HAJI SAPRI, KEMAYORAN (DEPAN POLSEK KEMAYORAN, JL. LANDASAN PACU SELATAN RUAS A5 NO 1, JAKARTA PUSAT) => 05 DESEMBER 2016 – CIANTRA BERSHOLAWAT, DI PERUMAHAN GRAHA CIANTRA INDAH, KECAMATAN CIKARANG SELATAN, KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT => 16 DESEMBER 2016 – MALAYSIA BERSHOLAWAT, DI KOMPLEKS BELIA & SUKAN, PAROI (KOMBES)*.17 DESEMBER 2016 – SURABAYA BERSHOLAWAT, DI JL. BOLODEWO33-35, SURABAYA => 18 DESEMBER 2016 – MALANG BERSHOLAWAT,DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBT...

pengertian KALAM(JURUMIYAH) bhs: jawi /kejawen

kalam inggih puniko lafadz kang den susun,kang maydahi kelawan bohoso arab. kalam ingndalem lughot inggih puniko saben saben perkawis/perkoro kang maidahi saking tulisan utowo isaroh bundelane tangan utowo sandi / tondo utowo tingkah lisan. kalam ingndalem coro istilah inggeh puniko parkoro kang kasusun saking kalimah loro.kalam ingndalem mungguhe ngulamak ahli fikih inggih puniko saben saben perkoro kang mbatalake sholat  saking sakhuruf  kang mahamake utowo rong huruf senajan ora maidahi. kalam ingndalem mungguhe ngulamak ahli tauhid inggih puniko tembungan saking makno kang ndingin kang jumeneng ing ndalem dzate ALLA.SWT. kalam menurut ahli usuliyin inggih puniko lafadz kang den turonake ingatasi kanjeng nabi MUHAMMAD.SAW kerono ngapesake musuh kelawan luweh ringkese surat kang den gawe ngibadah wacane. penting: bila ada kesalahan arti atau penulisan saya(admin)mohon maaf. jika anda tidak mengerti bahasa yang di gunakan pada post kali ini saya akan repost postingan selan...

Ziarah Makam Syeikh Abdul Muhyi

Syeikh Haji Abdul Muhyi lahir di Mataram sekitar tahun 1650 Masehi atau 1071 Hijriah dan dibesarkan oleh orang tuanya di kota Gresik atau Ampel. Dia selalu mendapat pendidikan agama baik dari orang tua maupun dari ulama-ulama sekitar Ampel. Karena ketekunannya menuntut ilmu disertai dengan ibadah disamping kesederhanaan dan kewibawaan yang menempel di dalam diri dia maka tak heran jika teman-teman sebaya selalu menghormati dan menyeganinya. Pada saat berusia 19 tahun dia pergi ke Aceh atau Kuala untuk berguru kepada Syekh Abdurrauf Singkil bin Abdul Jabar selama 8 tahun yaitu dari tahun 1090-1098 Hijriah atau 1669 -1677 Masehi. Pada usia 27 tahun dia beserta teman sepondok dibawa oleh gurunya ke Baghdad untuk berziarah ke makam Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani dan bermukim di sana selama dua tahun. Setelah itu mereka diajak oleh Syeikh Abdul Rauf ke Makkah untuk menunaikan Ibadah Haji. Ketika sampai di Baitullah, Syeikh Abdulrauf mendapat ilham kalau di antara santrinya akan ada yang ...